Pernah membaca deskripsi kopi lalu merasa tidak menemukan rasa yang disebutkan? Pengalaman mencicipi tidak selalu sama, dan secangkir kopi tetap bisa dinikmati tanpa harus cocok dengan setiap kata pada label.
Catatan rasa lebih berguna ketika membantu Anda memahami selera sendiri. Mulailah dengan sesuatu yang terasa jelas, bukan dengan istilah yang terdengar paling menarik.
Tiga pertanyaan untuk satu cangkir
Apakah kopi ini terasa ringan atau tebal? Apakah Anda lebih menyukainya saat masih hangat atau setelah sedikit dingin? Adakah rasa yang mengingatkan pada makanan atau minuman yang sudah dikenal?
Jawab dengan kalimat pendek. Anda boleh menulis “terasa nyaman untuk pagi”, “ingin mencobanya dengan susu”, atau “lebih suka kopi yang kemarin”. Itu semua memberi petunjuk tentang apa yang Anda cari.
Simpan konteksnya juga
Nama kopi, alat seduh, serta takaran yang digunakan dapat membantu saat membaca catatan beberapa hari kemudian. Jika ada hal yang diubah, tuliskan perubahan tersebut di dekat kesan rasanya.
Anda tidak perlu mencatat setiap cangkir. Pilih seduhan yang ingin diingat, baik karena terasa pas maupun karena menimbulkan pertanyaan.
Bawa catatan itu ke percakapan berikutnya
Ketika memilih kopi baru, catatan sederhana bisa lebih membantu daripada mencoba mengingat semuanya. Ceritakan bagian yang disukai dan bagian yang ingin dicoba dengan cara berbeda.
Lama-kelamaan, Anda mungkin menemukan pola dalam pilihan sendiri. Atau justru merasa senang berpindah dari satu rasa ke rasa lain. Keduanya memberi alasan untuk terus mencicipi dengan rasa ingin tahu.

